HALALCORNER.ID, JAKARTA –  Banyak sekali masyarakat mempercayakan pengobatan pada obat tradisional karena dianggap relatif lebih aman tanpa bahan kimia. Namun ketika memilih pengobatan tradisional atau suplemen alami banyak masyarakat yang mengabaikan aspek kehalalan dan keamanannya.

Baru-baru ini, BPOM melakukan public warning bertanggal 14 November 2018 untuk menyampaikan temuan yang cukup mengejutkan terkait banyaknya obat tradisional dan suplemen yang mengandung bahan berbahaya dan tidak memiliki izin edar.

BPOM menemukan 22,13 milyar rupiah Obat Tradisional (OT) ilegal dan/atau mengandung Bahan Kimia Obat (BKO).

Beberapa waktu lalu Halal Corner telah menyampaikan temuan kosmetik ilegal yang telah terbukti mengandung pewarna yang dilarang (merah K3) dan logam berat (timbal) yang disinyalir dapat memicu kanker, kelainan janin dan iritasi kulit.

Baca juga : 6 produk kosmetik yang di tarik BPOM

Adapun BKO yang teridentifikasi temuan BPOM tersebut didominasi oleh sildenafil sitrat, fenibutazon, dan parasetamol yang berisiko menimbulkan efek kehilangan penglihatan dan pendengaran. BKO tersebut juga disinyalir menyebabkan gagal ginjal, serangan jantung, radang lambung, kerusakan hati dan stroke.

Temuan ini merupakan hasil pengawasan BPOM yang dilakukan rutin terhadap produk di peredaran, adanya kasus, penertiban ke sarana-sarana produksi maupun sarana distribusi produk, dan retailnya.

Berikut daftar obat tradisional dan suplemen kesehatan yang di tarik BPOM:

Dengan adanya temuan ini, masyarakat di harapkan lebih waspada dalam memilih obat tradisional dan suplemen kesehatan. Meskipun diklaim menggunakan bahan alami, tetap harus diperhatikan aspek keamanan dan kehalalannya.

Semoga bermanfaat.

#HalalIsMyWay

Sumber: Tulisan ini sudah tayang di Nakita (Anisyah Kusumawati) http://nakita.grid.id/read/021267909/hati-hati-ini-daftar-obat-herbal-yang-ditarik-bpom-karena-berbahaya?page=all

Fan page                : HALAL CORNER
FB Group               : http://bit.ly/1SL4wQB
Website                 : www.halalcorner.id
Twitter                   : @halalcorner
Instagram              : @halalcorner

Redaksi : HC/Ruli
Editor: HC/Zul

Bagaimana pendapat kalian?