HALALCORNER.ID-Bogor. Seiring dengan mulai diberlakukannya New normal di berbagai wilayah di Indonesia maka LPPOM MUI merasa perlu bersinergi dengan perusahaan-perusahaan yang bersertifikat halal MUI (disingkat ASSALAM) dengan mengundang sekitar 260 perusahaan pada Senin, 29 juni 2020 untuk silaturahmi sekaligus bersinergi.

Acara berlangsung melalui video conference agar tetap mematuhi protokol kesehatan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hadir dalam acara ini Wakil Menteri Agama RI, H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si. dan Sekretaris Jendral MUI, Dr. H. Anwar Abbas, MM.

Dengan tema acara Silaturahmi dan Sinergi LPPOM MUI dan Perusahaan Bersertifikat Halal dalam Mensukseskan Industri Halal Indonesia di Era New Normal, LPPOM MUI berharap bisa menjadi media penghubung bagi percepatan proses industrialisasi produk halal di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur LPPOM MUI, Dr. Lukmanul Hakim, M.Si menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas komitmen pimpinan perusahaan bersertifikat halal. Lukmanul juga menyampaikan beberapa hal terkait perkembangan terkini tentang kinerja LPPOM MUI dan masalah halal.

Lukmanul menekankan kepada para pengusaha bahwa sertifikasi halal berfungsi sebagai competitive advantage, bukan sekedar requirement semata. Hal ini diharapkan dapat mempercepat menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia.

Pencapaian terbesar MUI saat ini adalah
Standar sertifikasi halal LPPOM MUI yang telah di akui dunia. LPPOM MUI sudah meraih SNI ISO/IEC 17065 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). Kemudian pada tahun 2019, LPPOM MUI mendapatkan akreditasi penambahan ruang lingkup rumah potong hewan (RPH) dan lingkup skema Uni Emirat Arab (UEA) S.2055-2.2016. Laboratorium Halal MUI juga telah mengantongi Akreditasi SNI ISO IEC 17025:2017. Dengan prestasi luar biasa ini, kini 45 lembaga sertifikasi halal dunia mengadopsi dan mengikuti standard halal MUI.

Memasuki masa pandemi, LPPOM MUI juga melakukan berbagai upaya agar kualitas layanan pendaftaran sertifikasi halal tetap berlangsung. Salah satunya adalah dengan terus menjalankan pendaftaran melalui cerol-ss23000 yang memang telah menggunakan metode ini selama 8 tahun terakhir.

Langkah lain yang dilakukan LPPOM MUI selama pandemi adalah dengan protokol Modified On-site Audit (MOsA) untuk menjamin pelayanan sertifikasi halal tetap berjalan lancar secara online. MOsA merupakan proses membandingkan bukti audit dengan 11 kriteria SJH yang dipersyaratkan LPPOM MUI.

Protokol yang ditetapkanMOsA ini tidak bertentangan dengan acuan SNI ISO/IEC 17065 yang telah ditetapkan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) sehingga dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan penetapan kehalalan oleh Komisi Fatwa MUI. sangat praktis bukan?

Muti arintawati dari LPPOM MUI, mengatakan bahwa harus ada sharing responsibility yang bertujuan agar proses produksi halal bisa jalan terus menerus secara berkesinambungan.

Dalam acara conference kali ini LPPOM MUI sekaligus memberikan penghargaan sebagai apresiasi kepada 10 perusahaan yang selama ini telah berkomitmen dalam penerapan sistem jaringan halal (SJH).

Redaksi: Ruli

Editor: Aisha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here