Haid di 10 Hari Terakhir Ramadan, Ini Amalan Yang Bisa Dilakukan Untuk Meraih Lailatul Qadar

Photo of author

Sepanjang Ramadan, orang-orang muslim akan berusaha memperbanyak ibadah yang ia lakukan. Ada yang lebih rajin membaca Al-Qur’an, bangun sholat malam, bersedekah atau memperbanyak doa di waktu-waktu mustajab. Semangat itu biasanya semakin meningkat ketika memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Banyak dari kita sebagai seorang muslim berharap bisa meraih keberkahan malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qadar.

Namun, bagi sebagian wanita, datangnya haid membuat perasaan kita menjadi tidak enak dan sulit dijelaskan.

“Kenapa hari sekarang?” mungkin pernah terlintas dipikiran kita.

Padahal dalam Islam, haid bukanlah sesuatu yang tercela. Itu adalah kondisi alami yang Allah tetapkan bagi wanita. Meskipun ada beberapa amalan yang tidak bisa dilakukan oleh muslimah ketika haid seperti sholat dan puasa, masih ada berbagai amalan yang bisa dilakukan sebagai usaha kita untuk mendekatkan diri kepada Allah dan berharap bisa meraih keberkahan malam Lailatul Qadar.

Amalan Yang Bisa dilakukan Saat Haid di 10 Hari Terakhir Ramadan

Meskipun sedang haid, seorang muslimah tetap memiliki banyak cara untuk beribadah dan mengisi sepuluh malam terakhir Ramadan dengan amal kebaikan.

Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan.

Memperbanyak Dzikir

Dzikir merupakan salah satu ibadah yang paling mudah dilakukan, tetapi memiliki pahala yang sangat besar. Wanita yang sedang haid tetap dapat memperbanyak dzikir kapan saja, baik setelah sahur, menjelang berbuka, maupun sebelum tidur.

Beberapa dzikir yang dapat diamalkan antara lain:

  • Subhanallah سُبْحَانَ اللَّهِ
  • Alhamdulillah الْحَمْدُ لِلَّهِ
  • La ilaha illa Allahلَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ
  • Allahu akbarاللَّهُ أَكْبَرُ

Memperbanyak Doa, Terutama Doa Lailatul Qadar

Ketika Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang doa yang sebaiknya dibaca jika mendapatkan malam Lailatul Qadar, beliau mengajarkan doa:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Allāhumma innaka afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī

“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi)

Wanita yang sedang haid tetap dapat memperbanyak doa ini di berbagai waktu, seperti setelah berbuka, sebelum tidur, atau sambil melakukan pekerjaan rumah seperti saat sedang memasak.

Memperbanyak Sedekah

Sedekah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan selama Ramadan. Rasulullah ﷺ dikenal sebagai orang yang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin bertambah pada bulan Ramadan.

Sedekah dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, misalnya memberikan makanan berbuka puasa, membantu tetangga yang membutuhkan, atau berdonasi untuk kegiatan sosial.

“Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala semisalnya tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.”(HR. Tirmidzi)

Membantu Menyiapkan Sahur dan Berbuka

Menyiapkan makanan sahur atau berbuka bagi keluarga juga dapat menjadi ladang pahala.

Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan menjelaskan jika seorang wanita yang menyiapkan makanan untuk orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala karena ia turut membantu terlaksananya ibadah tersebut. Hal ini termasuk bentuk tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian muslimah merasa sedih ketika haid datang di sepuluh malam terakhir Ramadan. Perasaan tersebut sangat manusiawi, karena setiap orang ingin memanfaatkan waktu yang penuh keberkahan ini dengan maksimal.

Semoga Allah menerima setiap amal yang kita lakukan dan memberi kesempatan bagi kita untuk meraih keberkahan malam Lailatul Qadar.

Wallahu a‘lam bis-sawab.

Tinggalkan komentar

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial