AWAL MULA IDUL ADHA

Photo of author

HALALCORNER.ID-BOGOR.

Idul Adha, atau Hari Raya Kurban, adalah salah satu dari dua hari raya besar dalam Islam, selain Idul Fitri. Asal muasal Idul Adha berakar dalam kisah Nabi Ibrahim (Abraham) dan putranya, yang diceritakan dalam Al-Qur’an dan juga dikenal dalam tradisi Yahudi dan Kristen. Berikut adalah rincian asal muasal dan signifikansi Idul Adha:

Kisah Nabi Ibrahim dan Perintah Kurban

  1. Perintah Allah kepada Nabi Ibrahim:
    Menurut kisah dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putranya sebagai tanda ketaatan dan pengabdian yang total kepada Tuhan. Dalam tradisi Islam, putra yang dimaksud adalah Ismail (Ishmael), sedangkan dalam tradisi Yahudi dan Kristen, biasanya dianggap Ishak (Isaac).
  2. Ketaatan Ibrahim:
    Ibrahim, yang sangat taat kepada Allah, bersedia melaksanakan perintah tersebut. Saat dia akan mengorbankan putranya, Allah mengirimkan malaikat untuk menghentikannya. Sebagai gantinya, Allah menyediakan seekor domba jantan untuk dikorbankan.
  3. Pelajaran Ketaatan dan Pengorbanan:
    Kisah ini menunjukkan ketaatan dan ketakwaan Nabi Ibrahim yang luar biasa kepada Allah, serta kesediaan Ismail untuk tunduk kepada kehendak Tuhan. Idul Adha adalah peringatan terhadap peristiwa ini dan diharapkan menjadi pelajaran tentang pentingnya ketaatan, pengorbanan, dan pengabdian kepada Tuhan.

Perayaan Idul Adha

  1. Pelaksanaan Kurban:
    Salah satu aspek utama dari Idul Adha adalah pelaksanaan kurban, di mana umat Islam menyembelih hewan ternak seperti kambing, domba, sapi, atau unta sebagai simbol pengorbanan yang dilakukan oleh Ibrahim. Daging kurban ini kemudian dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan orang-orang yang membutuhkan.
  2. Waktu Perayaan:
    Idul Adha dirayakan pada tanggal 10 Dzulhijjah dalam kalender Hijriyah, bertepatan dengan puncak ibadah haji di Mekah, yaitu wukuf di Arafah. Idul Adha juga dikenal sebagai Hari Raya Haji karena keterkaitannya dengan ibadah haji.
  3. Salat Id:
    Pada pagi hari Idul Adha, umat Islam melaksanakan Salat Id (Salat Idul Adha) di lapangan terbuka atau masjid, diikuti dengan khutbah. Salat ini merupakan bentuk ibadah dan rasa syukur kepada Allah.

Makna dan Signifikansi Idul Adha

Idul Adha bukan hanya tentang perayaan dan penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tentang:

  • Ketaatan kepada Allah:
    Mengingatkan umat Islam untuk selalu taat dan tunduk kepada perintah Allah, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim.
  • Pengorbanan:
    Menyimbolkan pengorbanan pribadi yang mungkin perlu dilakukan demi keimanan dan ketakwaan.
  • Kepedulian Sosial:
    Mendorong umat Islam untuk berbagi rezeki dengan sesama, khususnya yang membutuhkan, melalui distribusi daging kurban.
  • Kesatuan Umat:
    Menguatkan ikatan persaudaraan di antara umat Islam melalui kegiatan bersama dalam merayakan hari raya dan berbagi kebahagiaan.

Dengan demikian, Idul Adha adalah perayaan yang kaya akan makna spiritual dan sosial, mengingatkan umat Islam akan nilai-nilai ketaatan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama.

Tinggalkan komentar