HALALCORNER.ID,JAKARTA– Beredarnya produk mie instan dari Korea yang ditemukan mengandung DNA spesifik babi, telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Kekhawatiran beredarnya produk-produk pangan impor dengan logo halal negara asal tidak menjadi jaminan bahwa produk tersebut benar-benar halal secara syar’i karena setiap negara memiliki kebijakan tersendiri terkait sistem audit halal.

Berdasarkan situs www.halalmui.org, terdapat 40 lembaga halal luar negri yang telah diakui sertifikasinya oleh LPPOM MUI yang tersebar di Asia, Afrika, Eropa, Amerika maupun Australia dan New Zealand.Diantaranya terdapat 13 lembaga halal di Asia yang telah diakui keabsahan sertifikasinya oleh LPPOM MUI

Berikut ini lembaga halal di Asia yang telah diakui oleh LPPOM MUI:
1. Singapore- Majelis Ugama Islam Singapore ( MUIS)
2. Malaysia– Jabatan Kemajuan Islam Malaysia ( JAKIM)
3. Brunei Darussalam– Bahagian Kawalan Makanan Halal Jabatan Hal Ehwal Syariah
4. Japan–Muslim Professional Japan Association ( MPJA), The Japan Moslem Association (JMA)
5. Taiwan–Taiwan Halal Integrity Development Association ( THIDA)
6. India– Jamiat Ulama Halal Foundation, Jamiat Ulama I-Hind Halal Trust
7. Hongkong–Asia Pacific Halal Council Co Ltd (APHC)
8. Thailand– The Central Islamic Comitte of Thailand (CICOT)
9. Filipina–Halal Development Institute of the Phillipines (HDIP)
10. Vietnam–Halal Certification Agency (HCA)
11. Sri lanka–Halal Accreditation Council (Guarantee) Limited

Redaksi: HC/EDR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here