Foto: Google

HALALCORNER.ID, JAKARTA – Berbincang mengenai kosmetik tentunya menjadi suatu hal yang tidak ada habisnya bagi kaum hawa. Kosmetik awalnya diperkenalkan sebagai pertolongan medis bagi pilot yang terkena luka bakar pada perang dunia kedua. Kosmetik menjadi ‘kamuflse’ untuk menutupi proses pengobatan pada saat itu. Saat ini, kosmetik digunakan tidak selalu berkaitan dengan pengobatan medis. Tampil lebih cantik dan menarik dengan riasan wajah merupakan hal yang mutlak dan tidak terpisahkan bagi sebagian besar kaum wanita.

Seringkali kaum hawa tidak mempedulikan kandungan yang ada dalam kosmetik yang digunakan selama penggunaan kosmetik tersebut mempercantik penampilan mereka. Sangatlah penting untuk mengetahui kandungan yang ada dalam kosmetik yang kita gunakan. Selain informasi mengenai kehalalan kosmetik yang akan digunakan, informasi lain yang harus diperhatikan seorang muslimah saat akan menggunakan kosmetik adalah kandungan dari kosmetik tersebut. Selain ‘halal’, tentunya juga harus ‘thayyib atau baik’. Sesuatu akan dikatakan ‘thayyib’ bila zatnya dinilai baik dan tidak membahayakan tubuh dan akal.

Begitu banyak kosmetik beredar di masyarakat dan begitu banyak pula kandungan berbahaya dalam kosmetik yang akan menimbulkan dampak dan efek merugikan bagi pemakainya. Salah satu ingredients yang sering digunakan dalam kosmetik adalah triethanolamine atau yang kerap kali disebut dengan TEA. TEA diproduksi secara sintesis untuk keperluan komersial dari aminasi etilen dan amonia.

TEA merupakan senyawa kimia tak berwarna atau kuning muda dan beraroma seperti amonia. TEA menetralisis larutan karbomer untuk membentuk gel dan menetralisis asam stearat untuk membentuk emulsi anionik dan berperan sebagai agen alkali untuk mengontrol pH.

TEA digunakan untuk mengurangi tegangan permukaan dalam emulsi sehingga banyak digunakan sebagai emulsifier dalam kosmetik berbasis air. Hampir 40% produk kosmetik di pasaran mengandung TEA. Triethanolamine biasanya terdapat pada kosmetik kecantikan seperti body lotion, shampoo, baby lotion, pemulas mata, maskara, eyeliner, foundation, concealer, dan beberapa produk perawatan rambut seperti pewarna dan bahan keriting rambut.

Menurut Food and Drug Administration (FDA atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) dan Cosmetic Ingredient Review (CIR), dosis rendah TEA hanya aman digunakan dalam kosmetik untuk penggunaan yang tidak terus menerus dan harus disertai pembilasan di permukaan kulit. Dalam penggunaan dengan kontak kulit yang lama, kadar TEA tidak boleh lebih dari 5%.

Meski digunakan dalam dosis rendah, penyerapan TEA melalui kulit secara terus menerus dapat berbahaya pula karena senyawa beracun akan terakumulasi menjadi dosis besar. Resiko iritasi kulit, rambut dan mata serta peradangan. Uji klinis menunjukan bahwa dosis tinggi TEA dapat mengakibatkan kanker liver dan testikular pada hewan percobaan.

Nama dagang TEA adalah Daltogen, Sterolamide, Sting-Kill, Thiofaco T-35 dan Trolamine sedangkan dalam label kosmetik TEA dituliskan sebagai : triethanolamine, TEA, TEA-lauryl sulfate.

Jelaslah bahwa meski suatu bahan terbuat dari material halal, ke-thayyib-an bahan tersebut harus tetap diperhatikan oleh seorang muslimah.

 

Fan page             :  HALAL CORNER

FB Group             :  http://bit.ly/1SL4wQB

Website                :  www.halalcorner.id

Twitter                   :  @halalcorner

Instagram             :  @halalcorner

 

Referensi : diolah dari berbagai sumber

Redaksi : HC/AN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here