HALALCORNER.ID,BALI—Pelatihan halal skala internasional kembali digelar oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia ( LPPOM-MUI) dengan penyelenggara Indonesia Halal Training and Education Center ( IHATEC). Pelatihan yang dilaksanakan tanggal 3-5 Mei 2017 tersebut bertema,” Bali International on Halal Assurance System”.

Sebanyak 95 peserta dari 69 perusahaan di 17 negara hadir dalam acara ini. Mereka berasal dari Amerika Serikat, Hongkong, Belgia, Japan, Singapore, India,Thailand, Brunei Darussalam,Vietnam, perancis, Korea, Malaysia, Filiphina, Switzerland, Kingdom of Saudi Arabia, China dan Indonesia.

Pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka pemenuhan prasyarat sertifikasi halal dari MUI yakni pengimplementasian Sistem Jaminan Halal ( SJH), mulai dari persiapan bahan, proses hingga penyajian produk ke konsumen akhir. Para pelaku usaha dituntut agar memenuhi standar persyaratan sertifikasi halal. Demikian penjelasan Direktur LPPOM MUI Dr. Ir. Lukmanul Hakim, M.Si., dalam sambutannya di Ballroom Keraton, Nusa Dua Beach Hotel, Denpasar Bali.

Beliau juga menjelaskan bahwa pelatihan ini sangat penting dalam rangka mempersiapkan era baru halal di Indonesia, yaitu implementasi Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH). Karena sesuai UU JPH, barang yang masuk ke Indonesia harus bersertifikat halal agar masyarakat luas lebih mudah mengonsumsinya. UU JPH juga menyaratkan adanya standar kompetensi untuk para penyelia halal bagi setiap perusahaan.

Sumber: halalmui.org

 

Redaksi: HC/EDR

Bagaimana pendapat kalian?