Negara-negara Islam Sepakat Promosikan Wisata Syariah

Photo of author

Via Detik.com

Jakarta – Konferensi internasional pertama pariwisata Islam baru saja selesai di Hotel Borobudur, Jakarta. Negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) bersepakat untuk mempromosikan wisata syariah kepada dunia.

Konferensi pertama pariwisata Islam itu bernama The 1st OIC International Forum on Islamic Tourism 2014 yang mengambil tema “Islamic Tourism: The Prospects and Challenges”. Berlangsung dua hari, 2-3 Juni 2014 bertempat di Hotel Borobudur Jakarta, konferensi ini didatangi oleh 24 negara OKI.

Beberapa negara OKI yang hadir seperti Indonesia, Afghanistan, Bangladesh, Pakistan, Iran, Irak, Malaysia, Mesir, Palestina, Turki, Yaman dan masih banyak lagi. Wamenparekraf, Sapta Nirwandar yang menutup konferensi pertama pariwisata Islam ini menyimpulkan kalau wisata syariah akan dikembangkan serius bersama oleh negara OKI.

“Konferensi ini jadi ajang kita (negara-negara OKI) untuk bersama mengembangkan wisata syariah. Kita sudah berdiskusi dari berbagai aspek, dan bertukar pikiran untuk tahu tentang apa itu wisata syariah dan potensinya,” ujar Sapta.

Sapta lalu menjelaskan, setelah ini akan ada penerapan bersama mengenai standar wisata syariah. Lalu, para negara OKI akan sama-sama saling mempromosikan dan mengenalkan wisata syariah kepada turis.

“Serta ini jadi ajang pertemuan investor untuk membangun hotel-hotel dengan konsep wisata syariah yang ramah untuk turis muslim,” ucap Sapta.

Di lain sisi, lanjut Sapta, wisata syariah jadi salah satu cara untuk mendatangkan lebih banyak turis. Khususnya, turis muslim yang membutuhkan kemudahan untuk beribadah atau mendapat makanan halal.

“Wisata syariah justru memperbesar pasar dan meningkatkan jumlah pengunjung. Contohnya halal food, itu tak hanya untuk turis muslim tapi juga baik untuk turis lainnya karena sehat,” ungkap Sapta.

Wisata syariah adalah cara untuk membuat turis muslim merasa nyaman saat berpergian. Dengan jumlah kunjungan turis muslim yang meningkat di suatu negara, tentu negara itu mendapat lebih banyak keuntungan.

“Wisata syariah punya masa depan cerah,” pungkas Sapta.

Tinggalkan komentar