Halal Indo 2026 Hadirkan Kolaborasi Industri dan Kreator Bangun Ekosistem Halal Indonesia

Photo of author

Jakarta, 5 Agustus 2026 – Gaya hidup halal kini bukan lagi sekadar pemenuhan regulasi, melainkan telah berkembang menjadi ekosistem ekonomi tersendiri sekaligus simbol kualitas yang teruji dan terpercaya. Merespons perkembangan ini, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia bersama Dyandra Promosindo menggelar Halal Leaders & Creator Gathering pada 4 Agustus 2026 di Kementerian Perindustrian.

Mengusung tema “Connecting the People Behind Indonesia’s Halal Future“, acara ini dirancang sebagai ruang dialog strategis yang mempertemukan pembuat kebijakan, pelaku industri, komunitas, hingga kreator konten. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mendorong ekosistem gaya hidup halal Indonesia tumbuh lebih inklusif dan berdaya saing.

Potensi Pasar Halal Nasional

Plh. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Adie Rochmanto Pandiangan, memaparkan besarnya potensi pasar halal nasional yang perlu dioptimalkan sebagai peluang penguatan struktur industri dalam negeri. Ia mengungkapkan bahwa pada 2023, jumlah penduduk Muslim Indonesia mencapai 242,6 juta jiwa dengan potensi belanja diperkirakan menembus Rp11.182 triliun.

Menurutnya, potensi tersebut memberi Indonesia basis kuat untuk mengangkat pertumbuhan industri halal dari skala kecil hingga besar, mulai dari peningkatan kapasitas produksi dalam negeri, penguatan rantai pasok halal dari hulu ke hilir, hingga mendorong lahirnya inovasi produk bernilai tambah.

Peran Kreator Konten dalam Ekosistem Halal

Adie juga menyoroti peran krusial insan kreatif di era digital. Kreator konten dan influencer dinilai memegang kunci penting dalam membentuk tren, preferensi, dan kepercayaan konsumen, terutama dalam menyosialisasikan industri halal ke publik yang lebih luas.

Ia menjelaskan bahwa kreator berperan menerjemahkan aspek teknis industri halal menjadi narasi yang sederhana, kreatif, dan relevan, sehingga halal tidak hanya dipahami sebagai kepatuhan regulasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup. Melalui kegiatan ini, pemerintah ingin mempertemukan inovasi industri dengan kreativitas para kreator.

Peran kreator dan media kini diposisikan sebagai mitra strategis bagi pemerintah dan pelaku usaha. Lewat kekuatan penceritaan di platform digital, mereka diharapkan menjembatani kesenjangan antara ketersediaan produk bersertifikasi halal dan tingkat adopsi konsumen domestik, sekaligus mengubah persepsi masyarakat agar produk halal lokal menjadi pilihan gaya hidup yang trendi dan relevan.

Capaian Sertifikasi Belum Sebanding dengan Serapan Pasar

Secara kumulatif hingga akhir triwulan II 2024, Kementerian Perindustrian mencatat capaian positif dengan diterbitkannya hampir 2,8 juta sertifikat halal yang mencakup lebih dari 5,4 juta produk. Namun, tingginya angka sertifikasi ini belum sepenuhnya berbanding lurus dengan serapan belanja produk halal dalam negeri. Sinergi yang terbangun dalam gathering ini diharapkan mampu menggaungkan kembali gerakan cinta produk lokal, sehingga daya saing jenama halal nasional semakin mendominasi pasar.

Talk Show dan Pengalaman Interaktif untuk Kreator

Talkshow Unlocking the Future of Halal Lifestyle Economy

Puncak acara dilanjutkan dengan sesi talk show bertajuk “Unlocking the Future of Halal Lifestyle Economy: Where Policy, Innovation, Beauty, and Influence Create Business Opportunities“, yang membahas sinergi antara regulasi, inovasi, dan strategi digital. Diskusi ini menghadirkan Dewi Setiawati (Pusat Pemberdayaan Industri Halal Kemenperin), Temi Sumarlin (CEO Scarf Media), dan Findi Novia (Head Branding Building Wardah Beauty).

Acara ini juga berkolaborasi dengan jenama kecantikan Wardah, menghadirkan pengalaman langsung berupa Personal Color Analysis dan Skin Check & Consultation yang dipandu konsultan ahli. Suasana networking antar-kreator turut diperkaya dengan Content Creator Spot, lengkap dengan Professional Portrait Corner dan Creator Interview Corner.

Menuju Halal Indo 2026

Sebagai penutup, disajikan cuplikan perdana mengenai visi besar dan program yang tengah dipersiapkan untuk pameran Halal Indo 2026. Pameran direncanakan mengalami ekspansi lebih masif dengan menempati tiga hall utama, menghadirkan area eksklusif Modest Fashion, serta merangkum inovasi dari sektor makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, hingga pariwisata ramah muslim.

Gathering ini menjadi bagian dari rangkaian Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo 2026), yang dijadwalkan berlangsung pada 24–27 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City.

Tentang Dyandra Promosindo

Dyandra Promosindo merupakan Professional Exhibition/Event Organizer (PEO) di Indonesia yang menjadi sub-holding dari PT Dyandra Media International, Tbk (DYAN). Sejak berdiri pada 1994, perusahaan ini telah menggelar lebih dari 850 pameran di berbagai kota besar Indonesia, mulai dari Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bali, hingga Medan dan Makassar, dengan membawahi 11 anak perusahaan yang bergerak di bidang event/exhibition organizer, promotor konser, hingga digital agency.

Dengan lebih dari 1.000 peserta pameran setiap tahun, termasuk dari luar negeri, Dyandra Promosindo juga tercatat sebagai PEO pertama di Indonesia yang mengantongi sertifikasi ISO9001:2008 untuk sistem manajemen kualitas. Sejumlah pameran besar yang pernah diselenggarakan antara lain Indonesia International Motor Show, Indonesia International Furniture Expo, dan Indonesian Petroleum Association Convex.*

Tinggalkan komentar

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial