HALALCORNER.ID. BANJARMASIN –Pada bulan Januari 2017 lalu, Halal Corner kembali mengadakan kegiatan SEBAKUL ‘Sebar Kuas Halal’. Kegiatan ini mengulang suksesnya SEBAKUL yang telah dilaksanakan pada tahun 2016 di Malang dan Banjarmasin. Awal tahun ini, SEBAKUL diikuti oleh 4 kota yaitu Banjarmasin, Bekasi, Surabaya dan Bogor. SEBAKUL merupakan kegiatan menukarkan kuas pedagang yang terbuat dari bulu hewan  -yang dikhawatirkan dari bulu hewan yang diharamkan- dengan kuas silikon. Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan peduli dan edukasi halal terutama dengan makanan atau jajanan kaki lima yang sering dikonsumsi masyarakat dengan dana berasal dari donasi yang dibuka oleh Halal Corner dan sponsor lokal.

Kegiatan SEBAKUL ini berawal dari keprihatinan terhadap banyaknya pedagang makanan yang menggunakan kuas dari bulu hewan untuk mengoles mentega, bumbu, atau bahan dasar yang lain pada makanan yang dijualnya. Beberapa jenis makanan yang seringnya menggunakan kuas dalam proses pembuatannya adalah jenis kue-kuean yang menggunakan loyang dan makanan bakar-bakaran. Makanan tersebut sangat sering kita dapati di daerah kita masing-masing,bukan?? Hal inilah yang mendasari Halal Corner menggelar SEBAKUL.

Untuk daerah Banjarmasin, tim SEBAKUL menargetkan menyebar 200 kuas yang sudah bergerak sejak Januari 2016 lalu hingga sekarang. Sedangkan untuk target sementara untuk Bekasi ada 148 kuas, Bogor 35 kuas dan Surabaya 26 kuas. Kegiatan SEBAKUL ini masih terus berjalan hingga sekarang dan tentunya diharapkan akan berlanjut di waktu yang akan datang.

SEBAKUL sendiri secara teknis dilaksanakan dengan menukarkan kuas berbahan bulu hewan yang dimiliki oleh pedagang dengan kuas silikon sekaligus mengedukasi para pedagang mengenai penggunaan alat masak yang dapat mempengaruhi kehalalan pada suatu makanan dengan memberikan penjelasan dan brosur edukasi halal. Pejuang Halal setiap daerah memiliki metode yang berbeda, ada yang mengunjungi kawasan ramai pedagang seperti Car Free Daydoor to door atau menyusuri sepanjang jalan untuk mencari pedagang yang menggunakan kuas dari bulu hewan.

Sasaran dari SEBAKUL adalah pedagang makanan yang memungkinkan menggunakan kuas seperti pedagang kue cubit, martabak manis, pukis, bakso bakar, sosis panggang, sate dan sebagainya. Memang tidak semua pedagang menerima untuk menukarkan kuas yang mereka punya, tetapi konsep dari kegiatan ini pun tidak untuk memaksa pedagang untuk menukarkan kuas mereka, tetapi tujuan dari kegiatan ini sendiri adalah mengedukasi masyarakat dan pedagang terhadap hal-hal yang dapat merubah suatu makanan yang halal menjadi haram dan pentingnya untuk melek terhadap halal dan haram.

Hal yang menarik didapatkan dari kegiatan ini adalah testimoni pedagang. Tentu selalu ada positif dan negatif, sebagian pedagang yang enggan menukarkan kuas mereka menjelaskan bahwa lebih mudah bagi mereka untuk menggunakan kuas bulu hewan dibanding silikon, karena lebih padat dan bumbu lebih mudah dioleskan serta tahan panas. Hal ini tentu menjadi alasan juga bagi mereka kenapa tidak menggantinya ke kuas nilon karena kuas tersebut tidak tahan panas. Sehingga mereka tidak memiliki alternatif lain karena untuk kuas silikon, kelenturan dan kepadatannya berbeda dengan kuas bulu hewan. Namun di salah satu daerah di Banjarmasin tepatnya di Jl. Piere Tendean, pedagang jagung bakar menjelaskan bahwa mereka sudah mengganti kuas ke spatula karena kuas dari bulu hewan membuat bumbu mereka cepat sekali basi.

Dilihat dari respon masyarakat dan pedagang yang didapat ketika berinteraksi langsung dengan mereka, Halal Corner sangat berharap kegiatan ini membantu masyarakat yang ingin menikmati makanan dengan perasaan aman dan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kritis dalam kehalalan suatu produk dan turut serta memajukan industri produk pangan halal di daerah. Halal Corner juga berharap kegiatan SEBAKUL ini semakin meluas ke daerah-daerah yang lain di Indonesia dan semakin banyak orang-orang yang peduli akan kehalalan produk yang dikonsumsi.

Redaksi : HC/RR

Bagaimana pendapat kalian?