HALALCORNER.ID, JAKARTA – Bagi sebagian kalangan aktivis animal welfare (hak-hak hewan) di luar negeri, penyembelihan halal, termasuk juga ritual qurban sering dianggap suatu praktik penyembelihan yang barbar. Salah satu penyebabnya adalah mereka menganggap dalam penyembelihan hHalal menyebabkan hewan terlihat kesakitan.

Padahal, penyembelihan halal itu sudah sangat sesuai dengan prinsip animal welfare. drh. Supratikno, MSi PAVet, seorang Assesor Juru Sembelih Halal pun menjelaskan bahwa Rasulullah memerintahkan kita jika akan menyembelih hewan, senangkanlah, tenangkanlah hewannya, gunakanlah pisau yang sangat tajam supaya tidak terlalu menyakiti.

Oleh karena itu, kita harus mengikuti sunnah tersebut, yaitu dengan menangani hewan dengan baik sebelum disembelih, tidak membanting, tidak menyeret, atau membiarkan hewan yang sudah terikat tapi tidak segera disembelih.

Gunakanlah pisau yang cukup ukurannya, sangat tajam sehingga mampu mengiris saluran wajib terpotong yaitu trakhea atau saluran nafas, esofagus atau saluran makanan, dan 2 arteri karotis communis.

Setelah hewan disembelih, biarkan darah mengalir sampai tuntas dan memastikan hewan sudah mati baru boleh dipenggal, dikuliti dan dipotong kakinya. Dalam penyembelihan halal juga tidak diperbolehkan menguliti atau memisahkan kepala dan kaki selagi hewannya masih hidup.

Fan page                : HALAL CORNER
FB Group               : http://bit.ly/1SL4wQB
Instagram              : @halalcorner
Twitter                   : @halalcorner
Website                 : www.halalcorner.id

Redaksi : HC/She
Editor: HC/SZ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here