Studi Kasus: Rainbow Cake

Jenis kue yang satu ini mulai populer saat Kaitlin Flanery mempresentasikan kue itu di sebuah program televisi terkenal “The Martha Stewart Show”, Maret 2012. Remaja asal Amerika Serikat itu awalnya disebut-sebut sebagai penemu kue warna-warni yang menyerupai warna pelangi.Popularitas kue ini pun menjalar ke Indonesia. Selain rasa, kue ini pun sedap dipandang. Tetapi, lagi-lagi, soal kehalalan, masyarakat Muslim perlu tetap waspada dan jeli. Jadi…dimana letak titik kritisnya? Mari kita simak…

Studi Kasus: GLICERIN

Gliserol atau gliserin adalah suatu poliol majemuk sederhana yang bersifat tidak berwarna, tidak berbau, kental, manis, sangat larut di dalam air meskipun dalam suhu ruang dan banyak digunakan di dalam industri farmasi, kedokteran, makanan. Gliserin dihasilkan dari bermacam proses kimia, diantaranya proses hidrolisa trigliserida dengan air, pada proses safonifikasi lemak, dan juga merupakan hasil samping dari produksi biodiesel secara trensesterifikasi. Dimana Letak Titik Kritisnya? Mari Kita Simak.

Studi Kasus: FROYO aka Frozen Yoghurt

Frozen yoghurt atau istilah kerennya froyo menjadi salah satu jajanan yg banyak dicari orang. Mulai dari orang dewasa, remaja dan anak-anak ikut keranjingan mengkonsumsi produk yang diklaim rendah lemak dan banyak mengandung bakteri positif bagi pencernaan. Tengok saja aneka gerai froyo yang kini bersliweran di mall di kota besar seperti Sour Sally, Heavenly Blush, Orangeberry, J.Cool, Red Mango, Icy Blue dll.

Pewarna dari Serangga, Halalkah?

Zat pewarna produk makanan, obat-obatan, dan kosmetik tidak hanya dari pewarna tekstil yang berbahaya. Ternyata, sejenis serangga yang dicampur dengan zat tertentu menghasilkan warna merah tua sejak lama dijadikan pilihan sebagai pewarna makanan dan kosmetik. Zat warna tersebut diambil dari jenis serangga Cochineal. Bagaimana hukum kehalalan penggunaan zat warna dari Cochineal yang sudah dimanfaatkan sejak masa suku Aztec dan Maya itu?

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial